Well…..

Cerita blogger kali ini saya menuliskan apa alasan saya membuat blog.

Seperti yang sudah saya buat sebelumnya, dimana saya mengutarakan tentang tema dari blog ini.

Jika kalian belum membacanya, kalian bisa membacanya disini Gelangtali – Blog Pribadi Mengenai Fashion, Musik dan Gaya Hidup.

Nah, diartikel cerita blogger kali ini saya akan mencoba berbagi, kenapa saya sampai membuat blog ini ??

Apakah ada maksud tertentu??

Ataukah penulis mencoba berbagi tulisan saja??

Tenang dulu teman.

Ada baiknya, kalian siapkan secangkir teh hangat, dan juga beberapa cemilan.

Karena saya akan bercerita lebih dalam mengenai blog ini.

Bisa juga dikatakan bahwa blog ini adalah saya dalam versi digital.

Penasaran????

Langsung saja menuju bagian pertama cerita blogger – dibalik layar blog Gelangtali.


Dunia Kata Dalam Otak

Apasih maksud dari subjudul tersebut??

Dan, maksud dari tulisan diatas adalah saya menyukai kata-kata yang tersusun dengan indah.

Bisa juga seperti puisi, novel, buku pengembangan diri, cerpen dll.

Dari beberapa tulisan yang saya baca, ada sebuah keindahan dalam beberapa tulisan, bahkan diantaranya sangat susah di pahami tetapi memiliki makna luar biasa.

Kita ambil contoh beberapa tulisan karya William Shakespeare :

It is not in the stars to hold our destiny, but in ourselves.

William Shakespeare

Atau juga kita bisa ambil contoh karya sastra tulisan Jawa :

Ojo rumongso biso, nanging dadio kang biso rumongso.

Unknown

See

Begitu indah dan sungguh sangat menggugah hati.

Karya indah tersebut dituangkan kedalam tulisan dan menjadi berarti ketika kita membacanya.

Bahkan banyak diantaranya orang yang memiliki kemampuan mengolah kata, adalah mereka yang mencoba membagi ide, gagasan ataupun seni melalui tulisan.

Seperti saya contohnya.

Saya adalah tipe introvert dimana kekuatan saya adalah kata-kata dalam otak yang riuh ramai layaknya sebuah pasar yang memiliki banyak keinginan.

Tetapi saya tidak mengetahui dimana saya bisa membagi hal tersebut.

Jika di zaman saya sekolah dahulu, masih ada buku diary.

Tapi saya tidak menulis di buku diary, karena kebanyakan yang menulis diary adalah anak cewek.

Yang saya ingat mengenai buku diary adalah sebuah biodata kecil dimana saya waktu itu disuruh teman untuk ikut mengisi tulisan didalamnya.

Anak kecil zaman dahulu disuruh nulis diary, hanya disuruh mengisi nama, tanggal lahir, makanan favorit, minuman favorit, dan juga tanggal lahir.

Jika saya ingat-ingat lagi sungguh manis sekali, anak-anak kecil menulis beberapa hal yang mungkin buat saya saat ini menggelikan.

Hal sepele tetapi memberi makna besar, karena kita bisa berimajinasi sesuai apa yang kita mau.

Dan di zaman milenial, kita bisa membaginya melalui blog, social media, bahkan melalui youtube.

Hal yang susah dibayangkan ketika zaman semakin maju.

Buat saya pribadi itulah jalan yang coba saya ambil, dengan cara membuat blog ini.

Blog bukan hanya sekedar kita berbagi tulisan, ide, ataupun pengalaman belaka.

Ada hal lebih besar yang saya lihat dari mereka yang membuat blog.

Dan dari tulisan tangan di blog kita menjadi tahu bahwa kata-kata atau tulisan memiliki sebuah makna yang besar.

Mungkin awalnya saya membuat blog untuk berbagi pengalaman saya, ide-ide saya dan juga tentunya untuk mencari penghasilan.

Namun setelah saya pikir kembali dan saya rasakan, ternyata blog ini adalah saya dalam bentuk virtual.

Dimana kata-kata dalam otak saya, apa yang saya pikirkan dan keramaian yang terjadi di dalam otak, saya bagikan melalui tulisan.

Ibarat anak kecil yang menemukan dirinya menjadi apa yang dia mau melalui imajinasinya.

Cerita blogger : Dibalik layar blog gelangtali
Photo by Steven Libralon on Unsplash

Dan saya berharap apa yang saya tuliskan di blog ini, bisa memberi manfaat bagi mereka yang membaca.

Di salah satu buku yang saya baca karya Rudi Langitan dengan judul “ Be A Great Fighter ”.

Sang penulis berkata demikian, “ Harta yang terpendam, bukanlah emas, harta benda dan lain sebagainya. Tetapi sebuah mimpi yang tidak pernah terealisasikan ”.

Dan saya setuju dengan sang penulis, kenapa demikian??

Semenjak kecil ketika kita ditanya orang ingin menjadi apa, dan jawaban dari anak-anak pun beragam.

Ada yang ingin menjadi dokter, polisi, tentara dsb.

Ketika kita beranjak dewasa, ketika hal yang kita inginkan semakin mustahil dan semakin jauh dari kenyataan, kita mengubur mimpi tersebut.

Jika ditanya saya ingin menjadi apa, saya ingin menjadi musisi.

Saya sangat senang sekali jika tampil dalam sebuah pertunjukan musik, karena emosi yang saya keluarkan sungguh benar-benar luar biasa.

Pernah saya dimintai tolong untuk mengisi sebuah acara, saya sebagai gitaris merasa terhormat dan saya terima tawaran tersebut.

Dan kalian tahu berapa bayaran saya??

Saya diberi rokok satu bungkus dan ucapan terima kasih.

Jika dilihat sangat konyol sekali, tapi buat saya kepuasaan batin tersebut tak dapat tergantikan.

Balik lagi mengenai blog ini.

Saya menjumpai hal yang sama ketika saya manggung dengan menulis blog ini.

Kepuasaan yang tidak mungkin ada gantinya.

Walaupun saya tidak munafik, saya juga ingin mendapatkan hasil dari blog ini.

Tapi saya berpikir, kapan terakhir kali saya merasakan kepuasaan batin atas hal yang saya sukai??

Dan kepuasaan tersebut tidak bisa di nilai dengan uang semata.

Selain saya bisa menuangkan tulisan yang berasal dari otak saya, saya pun mendapatkan kepuasaan batin dengan berbagi tulisan ini.

Saya mendapatkan dua hal yang tak ternilai dalam hidup.

Jika saya boleh bertanya kepada kalian yang membaca tulisan saya ini.

Kapan terakhir kali kalian merasakan kepuasaan batin atas hal yang kalian sukai??

Dan, apakah kalian berencana untuk tetap melakukannya??


What's your reaction?
Show CommentsClose Comments

Leave a comment