Musik pop vs musik indie : fakta menurunnya musikalitas negara kita

Pernah tidak sih, kamu mendengarkan music yang menurutmu, musiknya terdengar menarik tetapi liriknya hampir sama semua.

Musikalitas negara kita pernah anjlog ketika band yang bernama “ Kangen Band ” hadir dan mulai memunculkan musik melayu.

Lalu hadir lagi, sekumpulan pria tampan, yang dengan lincahnya menari-nari diatas panggung, yang mengikuti music korea, atau K-Pop.

Sedangkan band-band papan atas kita mulai meredup, dikarenakan karyanya tidak masuk industri musik karena musiknya tidak menjual.

Jika kamu merasakan apa yang saya tuliskan disini, mari kita bahas bersama lebih jauh, mengenai musik pop vs musik indie.

Karena musik indie saat ini pun sudah mulai mendapatkan tempat di kancah music Indonesia.

Dan berikut fakta yang saya tuliskan berdasarkan refernsi musik dan pengamatan saya pribadi.


Musik Pop vs Musik indie

– Musik pop

musik pop vs musik indie
Photo by mike giles on unsplash

Musik pop merupakan musik yang sangat mudah untuk diterima oleh masyarakat kita, dengan tempo rendah, sehingga banyak orang menyukai musik pop.

Belum lagi, musik pop banyak berisikan lirik mengenai percintaan, sehingga lebih mudah lagi dalam mencerna arti dari music tersebut.

Lalu, bagaimana dengan kondisi musik pop saat ini??

Musik pop saat ini bisa dibilang sedang merangkak naik, karena sempat tersisihkan oleh musik melayu serta musik K-Pop.

Banyak artis pendatang baru yang memberikan nuansa segar musik pop, seperti Isyana Sarasvati, Raisa, Tulus, Yura Yunita dll.

Lalu, fakta apa mengenai musik negara kita mulai menurun??

Dan berikut fakta mengenai musik pop.

1. Musik berisikan lirik cinta

Seperti yang saya sebutkan di atas, kenapa musik pop lebih mudah diterima oleh masyarakat kita??

Karena lirik dari musik pop adalah mengenai percintaan.

musik pop vs musik indie
Photo by ryan holloway on unsplash

Walaupun tidak semua musik pop bertemakan lirik cinta, ada juga mengenai persahabatan, hidup dll.

Tetapi mayoritas musik pop, di isi dengan lirik percintaan.

Kita ambil salah satu contoh musisi tanah air, yang karyanya berisikan tema cinta.

Ada yang tahu band Dewa?? Atau Dewa 19??

musik pop vs musik indie
Dewa 19 pict

Band yang digawangi oleh Ahmad Dhani, pentolan dari band Dewa, serta pembuat lagu yang kebanyakan bertema cinta.

Kita ambil contoh lagu Pupus.

Siapa yang tidak mengetahui lagu pupus??

Lagu yang berceritakan tentang cinta seseorang yang bertepuk sebelah tangan.

Musiknya yang slow beat, liriknya yang dalam, membuat lagu ini diterima baik oleh para penikmat musik pop.

Lalu, musik pop yang tidak bertema cinta, apa ada juga yang bisa diterima oleh masyarakat kita??

Ada, dan saya ambil contoh lagu dari band Peterpan yang saat ini berganti nama menjadi Noah, dan lagu tersebut adalah Aku & Bintang.

Lagu yang santai, liriknya yang mengandung arti mengenai mimpi yang berharap setinggi bintang ( pendapat pribadi – Red ),  serta liriknya juga mudah dihapal.

Siapa yang tidak suka dengan lagu berjudul Aku & Bintang??

Lalu….

Apakah musik pop di negara kita mulai menurun??

musik pop vs musik indie
Photo by nik shuliahin on unsplash

Dari beberapa komentar para pengamat musik, musisi, serta dari telinga saya pribadi.

Musik negara kita menurun, terutama untuk musik pop.

Saya penyuka musik pop, selain mudah di hafal, juga bisa sebagai refernsi ketika mood saya sedang buruk.

Bahkan ada musisi yang mengatakan, “ Musik kita menurun, dikarenakan menurunnya juga tingkat sumber daya manusia kita, sehingga musik yang ada pun mengikuti selera dari masyarakat tersebut ”.

Belum lagi, saat ini musik dangdut mulai merangkak naik, meninggalkan musik pop yang notabene banyak di isi oleh musisi berkelas.

Ini fakta, dan saya pun rindu dengan karya-karya berkelas semacam Dewa, Padi, Noah, Ada band, Jikustik, dll.

Bahkan saat ini, band-band tersebut mulai tenggelam, dikarenakan musik dangdut, musik melayu serta K-Pop yang terus membanjiri musik di tanah air.

2. Berkarya mengikuti industri musik

Ini penyebab kedua atau fakta kedua mengenai menurunnya musikalitas di negara kita.

Industri musik ada untuk menampung band-band atau musisi yang memiliki kemampuan menghasilkan karya yang baik serta dapat diterima oleh masyarakat.

musik pop vs musik indie
Photo by alexey ruban on unsplash

Tapi, bagaimana dengan saat ini??

Industri musik hanya peduli mengenai penjualan, tidak peduli rendah atau tinggi karyanya, asalkan dapat menjual serta dapat diterima oleh masyarakat.

Salah satu contoh, adalah musik dangdut.

Saya tidak bermaksud merendahkan musik dangdut, tapi kita coba lihat musik dangdut sendiri.

Musik dangdut disukai oleh orang-orang yang menurut saya memiliki pendidikan rendah.

Walaupun musiknya di dengar membuat kita bergoyang, tapi bagi orang yang memiliki selera musik tinggi, musik dangdut merusak tatanan musik di negara kita.

Dan ini dimanfaatkan oleh industri musik, untuk tetap menjual musik yang bernuansa melayu, sehingga band yang dulu beraliran pop, beralih menjadi melayu.

Penurunan kualitas dari sebuah karya band, juga mejadi cerminan, rendahnya musik di negara kita.

Hingga saat ini, saya lebih memilih mendengarkan musik jadul, di era 90n atau awal 2000, karena musiknya lebih terasa, daripada sekarang.

Apakah ketika musisi mengeluarkan album, atau karya yang bukan genrenya, salah??

Jawaban saya, tidak.

Karena apa??

Musisi juga membutuhkan makan, biaya hidup dll.

Jika mereka tidak mengikuti kemauan industri musik, siapa yang akan membayar mereka??

Walaupun dalam hati para musisi, mereka menunjukkan karya yang tidak sesuai dengan awal karir mereka.

Ini bukan salah dari sang musisi, tapi dari industri musik yang mengharuskan mereka menciptakan karya yang sedang tren.

Kita ambil contoh saja band Ungu.

musik pop vs musik indie
Ungu band pict

Band ungu dulu banyak mengeluarkan lagu yang bertemakan pop atau bertemakan lirik cinta.

Tetapi, saat ini band Ungu mulai mengeluarkan karya lagu melayu.

Apakah ini penurunan dari band Ungu??

Saya rasa tidak.

Karena mereka ingin terus survive di tengah musikalitas negara kita yang semakin rendah, atau saya bilang semakin hancur.

Inilah fakta mengenai industri musik ditanah air kita.

3. Menurunnya musikalitas

musik pop vs musik indie
Photo by omar roque on unsplash

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, mengenai industri musik yang mencetak karya musisi, sesuai pasaran yang sedang diterima.

Sehingga menurunnya musikalitas, entah dari segi musik, lirik ataupun genre.

Ini fakta ketiga dari menurunnya musikalitas di negara kita.

Saya menyukai musikalitas yang sesuai dengan identitas band tersebut.

Saya ambil contoh band Sheila on 7.

musik pop vs musik indie
Sheila on 7 pict

Band yang digawangi oleh Eross dan kawan-kawan, selalu menghasilkan karya yang sesuai dengan identitas band tersebut.

Dari percintaan, persahabatan, kisah masa lalu dll.

Hingga album terbaru yang di ciptakan pun, tidak pernah jauh dari identitas band tersebut.

Apakah band atau musisi lain tidak seperti itu??

Masih sama, tapi ada beberapa yang mulai bergeser, yang semula bergenre pop, menjadi pop melayu, atau sebaliknya.

Lalu, bagaimana dengan musikalitas yang berkualitas??

Musik yang memang diciptakan sesuai dengan identitas band tersebut, entah dari lirik, musik dan semacamnya.

Walaupun mereka berada di bawah naungan industri musik, tetapi mereka tetap berani berkarya dengan identitas band mereka sendiri.

Karena jika mengikuti aliran yang sedang ramai, bukan tidak mungkin pecinta band atau musisi tersebut berakhir kekecewaan.

Karena fans sejati, pasti tahu mengenai karya musik yang dihasilkan dari musisi atau band tersebut.

Jika alirannya berubah, mereka akan merasa kecewa, dan tidak mungkin akan berpindah ke lain hati, menjadi fans band atau musisi lain.

Fakta yang sangat mudah di pahami, dan saya yakin, masyarakat kita pun masih menantikan karya-karya dari band-band berkelas yang mulai meredup serta tidak mengeluarkan karya lagi.

What's your reaction?
Show CommentsClose Comments

Leave a comment